Cerita Menteri Susi Soal Kepemilikan Pulau ‘Susi’ di Aceh

Cerita Menteri Susi Soal Kepemilikan Pulau 'Susi' di AcehSabang News – Sosok Susi Pudjiastuti semakin melejit setelah Presiden Jokowi mengamanahi dirinya menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Sebuah tugas yang awalnya banyak dicibir orang lantaran dirinya adalah pemilik maskapai Susi Air, bukan sebuah perusahaan kapal laut.

Latar belakang pendidikan Susi pun tak jarang dipandang sebelah mata karena hanya tamatan SMP dan tak lulus SMA. Bahkan dirinya langsung melakukan hal kontroversial saat diperkenalkan oleh Presiden Jokowi di Istana, yakni merokok.

Susi memang seorang perokok, tapi kini dirinya sudah mulai berhenti. “Saya sudah mulai berhenti,” ujarnya di Gedung DPD, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2014).

Pada hari ini Susi memang cukup membuat heboh DPD RI. Para senator dibuatnya berdecak kagum atas gagasan yang terlontar. Kritikan pedas atas pengelolaan kelautan Indonesia saat ini sebanding dengan mereka yang menyabet gelar perguruan tinggi.

“Saya Rafli Kande, senator asal Aceh. Di tempat saya, Bu Susi ini terkenal dengan nama ‘Kak Susi’ karena dia punya pulau namanya Pulau Susi,” ujar anggota Komite II DPD Rafli Kande dalam rapat bersama Susi.

Pulau Susi terletak di Simeulue, Nangroe Aceh Darussalam. Pulau itu merupakan buah kasih dari pemerintah setempat atas jasa Susi ketika menolong korban tsunami.

“Sampai sekarang saya tak merasa memiliki pulau tersebut. Memang waktu itu saya pernah membangun masjid di sana, kemudian saya diberikan pulau. Tapi saya tak pernah tinggal di pulau itu,” ungkap Susi.

Oleh dia pulau itu hanya dimanfaatkan untuk budidaya lobster. Bibit lobster dia biakkan di situ lalu dipanen dan sisanya ada yang dilepas. Memang, selain pemilik Susi Air dirinya pernah merintis usaha makanan laut.

Selain mengisahkan kedermawanan Susi, Rafli Kande pun curhat soal nelayan lokal yang kalah saing. Mereka tak berdaya ketika berhadapan dengan nelayan Thailand.

“Posisi kami dekat dengan Thailand, ikan-ikan di wilayah kami selalu dipanen mereka. Padahal kita tidak bisa tangkap ikan di perairan mereka. Bagaimana mengurus ini?” kata Rafli.

Sambil diawali senyuman, suara Susi yang lantang itu kembali membuat kagum. “Makanya saya akan lakukan moratorium penangkapan ikan untuk kapal bermuatan 30 gross ton atau lebih. Supaya hanya petani kecil saja yang bisa menangkap ikan. Kalau saya mau sih, tembak saja nelayan asing yang ke kita. Tapi apa mau kita diadili oleh dunia?” jawab Susi.

Sumber : detik


Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply