SDM Pariwisata Sabang Masih Lemah

Kantor Disbudpar Kota Sabang

Kantor Disbudpar Kota Sabang

Sabang – Permasalahan yang mencuat di Sabang dalam kaitannya service (pelayanan) terhadap para wisatawan dan insfrastruktur pendukung dunia pariwisata Sabang adalah pada sumber daya manusia (SDM). Lemahnya pengetahuan melayani para pelancong yang datang ke Sabang ditenggarai menjadi salah satu masalah utama menurunnya angka wisatawan. Selain itu, ketidakpedulian dari pemerintah dalam upaya meningkatkan capacity building pelaku pariwisata berupa training, simulasi (praktek) masih kurang sehingga dunia pariwisata di Sabang masih dalam grade ‘jalan ditempat’ atau masih ‘apa adanya’.

Masalah ini mencuat dalam “Seminar Pelayanan Bagi Pelaku usaha Perhotelan dan Restoran” yang di gelar oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) di Sabang Hill selama 2 hari, sejak 27 sampai 28 Oktober 2014.

Ani Wijayanti, MMPar, salah seorang narasumber dari Bina Sarana Informatika (BSI) Yogyakarya mengemukakan pendapat tersebut dihadapan 60 lebih peserta Seminar.

Menurutnya, masalah utama yang dihadapi Sabang saat ini adalah masih minimnya sumber daya manusia (SDM) yang menguasai ilmu pelayanan pariwisata.

Konsultan Pariwisata yang sedang mengambil program doktor di Universitas Gajah Mada Yogjakarta ini bahkan mendesak Pemerintah Kota Sabang agar segera mendirikan sebuah sekolah kepariwisataan yang monumental di Sabang. Sekolah kejuruan pariwisata ini diharapkan mampu melahirkan SDM Pariwisata Kota Sabang yang cakap melayani wisman apalagi kedepan persaingan pariwisata global semakin tak terbendung.

“Masalah yang mencuat dari seminar ini adalah masih belum ada pemahaman cara melayani para tamu sesuai standar-standar Internasional. Pemerintah Kota Sabang patut melihat sektor ini sebagai sebuah masalah yang hendaknya segera ditangani, ” Terang Ani Wijayanti.

Wanita karir yang sudah banyak makan asam garam didunia perhotelan ini bahkan menyesali bila ada SDM Sabang tidak punya kecintaan pada kampungnya di Sabang sehingga banyak yang kurang senang apabila bekerja di wilayah pariwisata Sabang, tapi begitu bangga bila bekerja di hotel-hotel ternama diluar Sabang semacam di Hotel Hermes Palace, The Padee dan hotel bergengsi lainya yang ada di Banda Aceh.

“Padahal dengan keindahan dan hebatnya alam Sabang, seharusnya orang Sabang mesti bangga dengan kampung halamannya sendiri, apalagi dengan terlibat didalamnya sebagai pelaku wisata Sabang, rasa bangga dan cinta daerah harus ditingkatkan,” Harap Ani Wijayanti kepada BPKS News yang diamini Raden Dedie Soekartin, Dipl. Hot, Culinery Expert dari Indonesian University of Education, Jawa Barat yang juga didapuk sebagai narasumber.

Direktur Investasi dan Kerjasama BPKS, Syarjani ST, mengatakan seminar yang digelar pihaknya berangkat dari visi BPKS Sabang yang menekankan pembangunan bidang pariwisata meski bidang utama di sektor infrastruktur masih tetap menjadi agenda utama BPKS di tahun-tahun berikutnya.

“BPKS punya tanggungjawab juga meningkatkan capacity building pelaku pariwisata karena mereka merupakan ujung tombak maju atau mundurnya iklim pariwisata di Sabang. Karena itu baik BPKS dan Pemerintah mesti saling beriringan mengawal pembangunan karakter ini. Tanpa perhatian stakeholder mustahil rasanya apa yang menjadi visi bersama akan tercapai,” tandasnya. | BPKS News | Helb Networks for BPKS Sabang.


Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply